REVIEW DAN PENJELASAN SINGKAT DARI RENAULT DUSTER 4 X 4

PT Auto Euro Indonesia atau yang disingkat AEI adalah distributor Renault di Indonesia yang akhirnya secara resmi telah meluncurkan Renault Duster 4×4 awal April 2015 lalu meski sosok varian berpenggerak 4-roda ini telah debut di ajang pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) tahun 2014. Mobil pergerakan 4 roda Inilah model pendamping Duster 4×2 yang […]

Hasil gambar untuk Renault Duster 4 X 4


PT Auto Euro Indonesia atau yang disingkat AEI adalah distributor Renault di Indonesia yang akhirnya secara resmi telah meluncurkan Renault Duster 4×4 awal April 2015 lalu meski sosok varian berpenggerak 4-roda ini telah debut di ajang pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) tahun 2014. Mobil pergerakan 4 roda Inilah model pendamping Duster 4×2 yang sudah mengaspal sejak tahun lalu, yang melengkapi jajaran SUV kompak asal Prancis itu. kendaraan ini merupakan satu – satunya pemain di kelas small SUV yang menawarkan penggerak empat roda dengan mesin diesel dengan Harga Renault Duster 4×4 yang terjangkau. Sesuai dengan harapan President Director Indomobil Sukses Internasional (ISI), distributor Renault dari Indonesia.

Untuk membuktikan ketangguhannya, PT Auto Euro Indonesia (AEI) memberikan kesempatan beberapa jurnalis otomotif nasional untuk menjajal Duster 4X4 di trek off-road Jeep Station Indonesia (JSI), Megamendung, Bogor, minggu pertama April lalu. Renault sendiri sepertinya cukup percaya diri untuk membuktikan kebenaran tagline ”Drive Without Limit” yang diusungnya. beberapa item yang diklaim Renault memberi Duster 4X4 proporsi ideal untuk melibas segala medan (all-road functionality). Di antaranya, ground clearance hingga 210mm (21cm); sudut clearance optimal dengan departure angle 35° dan approach angle 30° dan kemampuan melewati genangan air setinggi 400mm (40cm), diklaim sebagai yang terbaik di kelasnya. Duster 4X4 juga telah menunjang posisi mengemudi yang tinggi (command position), diklaim menghasilkan visibiltas ke segala arah lebih baik. Duster 4X4 bahkan telah tercatat sebagai SUV 4WD kompak yang paling ringan di antara kompetitor di kelasnya.

Tapi yang paling menarik adalah sistem penggerak 4-rodanya. Pada dasarnya sistem penggerak 4-roda Duster 4X4 adalah tipe all-wheel drive (AWD) alias bukan penggerak 4-roda sejati yang dilengkapi transfer case dengan low range ratio (4L atau mode gerak 4-roda low). Uniknya, tak seperti kebanyakan mobil dengan penggerakan roda AWD model permanen, Duster 4X4 ini justru mengaplikasi model AWD part-time. Terdapat 3 pilihan moda dalam sistem penggerakan pada roda Duster 4X4, yaitu 2WD (FWD), AUTO mode 4WD, dan juga 4WD – Locker (permanen), yang dioperasikan melalui knob putar di konsol tengah. Itu artinya, dalam kondisi pengendaraan normal di jalan raya Duster 4X4 hanya menggunakan mode gerak roda-depan (front wheel drive/FWD).

Pada mode Auto 4WD sendiri, torsi dari mesin akan didistribusikan ke roda depan dan belakang dalam persentase yang berbeda, tergantung kondisi jalan dan kecepatan mobil. Jika komputer mobil mendeteksi roda depan kehilangan traksi, maka daya mesin (terutama torsi) dalam persentase yang lebih besar akan didistribusikan ke roda belakang yang memperoleh traksi lebih baik, begitu pula sebaliknya. Mode ini ideal untuk melibas jalan raya yang licin atau permukaan jalan gravel yang keras dan licin. Sedangkan pada mode 4WD Lock sendiri, sistem komputerisasinya akan mengunci diferensial tengah (center differential) sehingga torsi dibagi ke roda depan dan belakang sama besar secara permanen. Mode ini adalah mode yang paling ideal digunakan untuk melibas medan off-road yang lebih berat.

Trek JSI menyajikan berbagai obstacle (rintangan) yang variatif, mulai dari tanjakan dan turunan curam, kubangan lumpur basah, hingga gundukan dan lubang alur air dengan gradasi bervariasi untuk menguji kemampuan artikulasi suspensi. Dan, jujur saja, Duster 4×4 mampu menangani nyaris semua obstacle tersebut lebih baik daripada yang saya perlirakan, mengingat SUV Renault ini tak dibekali rasio gear low-range (4L) pada sistem penggerak 4-roda-nya. Saat melintasi medan berlumpur cetek yang licin dengan mode Auto 4WD misalnya, saya bisa merasakan sistem elektroniknya bekerja dengan baik memindahkan daya mesin ke roda belakang dalam upaya memaksimalkan traksi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *