Mengapa Bisa Ketindihan Saat Tidur? Yuk, Kita Cari Tahu

Tak sedikit masyarakat yang bertanya-tanya, kenapa bisa ketindihan ketika tidur? Bahkan, ada sebagian dari mereka yang menganggap bahwa kondisi tersebut ada kaitannya dengan hal-hal mistis. Ketindihan disaat tidur merupakan kondisi tubuh yang terasa kaku, tak dapat bicara, susah bernafas, dan seakan-akan ada benda berat yang menimpa tubuh. Namun, tubuh dan pikiran menyadari sehingga membuat kita […]

5 Penyebab Terjadinya Sleep Paralysis atau Ketindihan Saat Tidur

Tak sedikit masyarakat yang bertanya-tanya, kenapa bisa ketindihan ketika tidur? Bahkan, ada sebagian dari mereka yang menganggap bahwa kondisi tersebut ada kaitannya dengan hal-hal mistis.

Ketindihan disaat tidur merupakan kondisi tubuh yang terasa kaku, tak dapat bicara, susah bernafas, dan seakan-akan ada benda berat yang menimpa tubuh.

Namun, tubuh dan pikiran menyadari sehingga membuat kita langsung terbangun dari tidur. Pada umumnya, kondisi ketindihan ketika tidur bisa terjadi dalam waktu beberapa menit.

Akan tetapi, kenditihan disaat tidur sama sekali tidak ada kaitannya dengan hal-hal mistis lho. Lantas, apa yang menjadi penyebabnya? Nah, biar kalian gak penasaran mending simak saja langsung ulasannya di bawah ini.

Penyebab Ketindihan Ketika Tidur

Dalam bidang medis, kondisi ketindihan saat tidur disebut dengan istilah sleep paralysis atau kelumpuhan tidur. Berdasarkan dari hasil penelitian, menyebutkan bahwa ketindihan ketika tidur disebabkan oleh proses sinkronisasi antara otak dengan tubuh yang mengalami gangguan saat seseorang tertidur.

Ketika tidur, maka akan ada dua fase utama yang terjadi, yakni fase rapid eye movemet (REM) dan non-rapid eye movement (NREM). Namun, sebagian besar tubuh ketika tidur akan berada di fase NREM. Dalam fase NREM, maka tubuh kita akan terasa lebih santai dan relax.

Lain halnya ketika memasuki fase REM, dimana tubuh dalam kondisi relax tapi matanya bergerak cepat. Dalam kondisi peralihan dari fase NREM ke REM, terkadang kita terbangun dari tidur.

Meski raga terbangun, namun sebenarnya otak masih dalam kondisi tidur dan semua otot tubuh dalam kondisi lumpuh karena berada di sensasi relax. Nah, hal tersebutlah yang akan membuatmu merasakan gejala ketindihan sehingga tubuh tidak dapat bergerak.

Setelah beberapa saat mengalami ketindihan, biasanya otak dan tubuh akan sinkron kembali secara perlahan hingga benar-benar terbangun dari ketindihan. Meski sensasi yang dirasakan seolah-olah seperti akan mati, namun kondisi ketindihan ketika tidur bukanlah hal yang berbahaya.

Berbagai Hal yang Dapat Memicu Ketindihan Ketika Tidur

1. Salah Posisi Tidur

Hal pertama yang bisa memicu kondisi ketindihan ketika tidur, yakni karena salah posisi tidur. Menurut informasi yang dapat, posisi tidur terlentang atau berbaring adalah yang paling sering mengalami ketindihan disaat tidur. Sementara orang yang posisi tidurnya miring atau tengkurap jarang mengalami kondisi ketindihan.

2. Adanya Gangguan Mental

Walaupun tidak diketahui kaitannya secara pasti, namun seseorang yang sedang mengalami gangguan mental seperti kecemasan dan depresi sering merasa ketindihan ketika tidur.

Namun, orang yang sering mengalami gangguan mental itu adalah mereka yang gemar mengonsumsi minuman-minuman beralkoho. Sehingga hal tersebutlah yang bisa menjadi pemicu terjadinya ketindihan ketika tidur.

3. Memiliki Narkolepsi

Seseorang yang mempunyai gangguan tidur narkolepsi umumya akan mengalami mimpi atau berhalusinasi. Tak cuma itu, orang pengidap  narkolepsi juga sering merasa sulit berbicara, bergera, dan bernafas ketika daam kondisi ketindihan disaat tidur.

4. Berbagai Penyebab Lainnya

Selain faktor diatas tadi, ternyata masih ada lagi beberapa faktor lainnya yang menjadi penyebab timbulnya ketindihan ketika tidur. Adapun mengenai berbagai faktor lain yang dimaksud seperti berikut:

  • Mempunyai pola tidur yang tidak teratur, misalkan seseorang yang harus bekerja shift pagi dan malam secara bergantian
  • Ada anggota keluarga yang memiliki riwayat kelumpuhan tidur
  • Pernah mengalami obstructive sleep apnea (kesulitan bernafas ketika tidur).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *